SEJALANKAH KEINGINAN BANGSA INI DENGAN PERKEMBANGAN DUNIA?
AFTA
Mengutip dari Deperin.
“ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta serta menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya.”
Terbayang Indonesia sebagai kawasan bebas perdagangan, dimana produk-produk luar masuk ke Indonesia dengan mudah dan harga bersaing sedangkan produk kita tidak begitu banyak untuk bersaing di kawasan Asia Tenggara ini. Lebih parah lagi harga produk luar yang masuk mengalahkan produk sendiri karena mereka lebih murah. Gimana kita menyikapinya. Bila ingat bangsa Jepang begitu cinta produk dalam negeri sampai-sampai salah satu presiden USA memaksa Jepang untuk membeli produk mereka.
Sekarang, pertanyaannya bagaimana bangsa ini bisa mencintai produknya sendiri?
Cinta produk sendiri merupakan budaya yang telah tertanam lama di masyarakat. Budaya merupakan akumulasi pendidikan, sosial, integritas dan banyak faktor lainnya yang mewujudkan suatu budaya. Pertanyaannya, budaya kita telah terbentuk sekarang seperti adanya, dimana kita telah kalah oleh bangsa Jepang untuk mencintai produk sendiri. Adakah usaha kita untuk membentuk budaya tersebut?
Rencana strategis departemen pendidikan, para anggota parlemen, pemda dan semua unsur yang peduli terhadap bangsa inilah pasti sanggup untuk membentuk karakter pluralisme bangsa yang cinta produk sendiri. Namun, kembali lagi dengan sdm dan sumber daya yang harus dikelola sebaik-baiknya.
Ketegasan pemerintah melalui sistem hukum yang memihak kepentingan kesejahteraan rakyat merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan SDM bangsa.
Kita lihat jalan raya, sejauh mana kita merencanakan sebuah jalan yang ada trotoar untuk pejalan kaki, gimana pemakai kendaraan berhenti sejenak untuk memberikan waktu bagi pejalan melintas. Kalau tidak, korban terus berguguran karena kecerobohan baik pemakai jalan, pembuat jalan, pengatur jalan yang semuanya ikut bertanggung jawab keselaman para pemakai jalan tersebut.
Salah satu contoh jelas: Sophan Sophiaan korban jalan yang tidak rata, terperosok karena jalan tersebut tidak ada rambu-rambu bahwa jalan itu rusak. Dan, masih banyak Sophan Sophiaan lainnya yang menjadi korban kecelakaan yang diakibatkan oleh jalan rusak.
Artinya sejauh mana kita menghargai kehidupan ini, menghargai nyawa sendiri dan orang lain.
Kutipan selanjutnya dari AFTA yang sebentar lagi mulai diimplementasikan sebagai berikut:
“AFTA dibentuk pada waktu Konperensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun 1992. Awalnya AFTA ditargetkan ASEAN FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003, dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.
Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade Area ( CEPT-AFTA) merupakan suatu skema untuk 1 mewujudkan AFTA melalui : penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya.
Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines, Singapura dan Thailand, dan bagi Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam pada tahun 2015.”
Sekian dulu unek-unek yang masih banyak lagi yang ingin penulis ungkapkan, mungkin topik berikut di bawah ini ketemu dilain waktu:
- India merupakan negara IT yang mumpuni di Asia, tenaganya siap kerja
- AFTA – SDM tahun 2010
- Bagaimana perkembangan Knowledge management di Indonesia
- Adakah kajian keinginan bangsa ini yang sebenarnya
- Apakah kita sebgai korban perkembangan dunia
- Apakah yang disebut perkembangan dunia
- Apakah penegakan hukum mendorongkah bangsa itu ikut berkembang dengan negara lain?
- Inti dari perkembangan dunia ada di SDM.
- Apakah yang disebut Manajemen Agraris, Manajemen Industri dan Manajemen Informasi itu?
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Terkini
-
Taut
-
Arsip
- Mei 2008 (4)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS